Actions

Work Header

Cuti dari Barak

Summary:

Dipisahin tempat dinas yang beda, Soonyoung sama Wonwoo jadi kayak setengah LDR sekarang. Cuma punya sedikit waktu buat ketemu dan berduaan. Jadi sekalinya ada waktu libur yang samaan mereka selalu manfaatin dengan semaksimal mungkin. 

"Fuck Soonyoung Fuck!" 

"Yes darling, you fuck me good. Mmhhh… ." 

Notes:

Commissioned by — wonhoteuy

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Wonwoo mengenakan jaket serta syalnya asal dan langsung meraih kunci mobil menuju basement. Tadi dia lagi santai pas Soonyoung ngechat kalau dia udah di gym abis potong rambut dan minta dijemput. Dan dalam waktu singkat dia sudah berada di tempat gym langganan mereka. 

Tempat itu cukup sepi. Mungkin karena weekend sekaligus year end orang-orang pilih habisin waktu buat seneng-seneng dan kumpul sama orang terkasih. Wonwoo ketemu pacar kecilnya itu lagi latihan ringan pakai barbel di pinggir ruangan. 

"Hai, sayang." sapa Wonwoo sambil langsung ngecup pipi gembul yang udah lembab karena keringat. 

"Kok cepet? Ngebut ya?" Soonyoung taruh barbelnya perlahan. 

"Lumayan. Udah keburu kangen kamu soalnya." Wonwoo malah langsung nemplok meluk pacarnya yang masih pakai celana dinas loreng hijau dan kaos ROKA kebanggaan itu. Pelukannya langsung dibalas erat sama Soonyoung yang juga kesenangan ketemu sama pacarnya lagi. Badan Soonyoung sampai diangkat kecil sama Wonwoo saking dia beneran kangen sama pacarnya itu. 

Dipisahin tempat dinas yang beda, Soonyoung sama Wonwoo jadi kayak setengah LDR sekarang. Cuma punya sedikit waktu buat ketemu dan berduaan. Jadi sekalinya ada waktu libur yang samaan mereka selalu manfaatin dengan semaksimal mungkin. 

"Ih, mana. Katanya kamu abis potong rambut. Kayak sama aja." 

"Ngerapihin aja pinggirnya sama ditrim dikit. Daripada kena disipliner kalau keburu panjang." 

"Rajinnya pacar aku. Sini kasih hadiah." 

Mentang-mentang ga ada orang selain mereka, Wonwoo puas-puasin ngecupin seluruh muka Soonyoung. Dari dua pipinya yang kenyal, hidung yang bangir, keningnya yang agak keringetan terus bibirnya yang kenyal tapi agak kering itu. Soonyoung cuma terkekeh kesenangan terus lanjut lumat bibir pacarnya sampai beberapa saat. 

"Masih mau lanjut latihannya?" tanya Wonwoo sambil ngelusin pipi yang kayak mochi itu. 

"Dikit lagi deh. Nanti kamu bantuin ya. Eh tapi kita foto dulu, yuk. Kamu lucu banget kayak lontong gitu Won dibelit-belit. Rambutnya kriwil lagi." 

Wonwoo cuma ngusak rambut pacarnya sebelum pose ke arah kamera yang udah diulurin Soonyoung. Mereka ganti beberapa pose dari yang biasa aja sampai yang pakai cium-ciuman lagi. Wonwoo kesenengan banget bisa punya waktu bareng pacarnya yang badannya makin gede aja itu. 

Wonwoo bantuin Soonyoung latihan bench press beberapa set. Sambil ketawa dan saling godain walau beberapa orang lain mulai ikut datang. Wonwoo ga ikut latihan soalnya dia juga udah abis dari sini kemarin. Wonwoo cuma pengen ketemu kesayangannya aja. 

Ngerasa udah cukup, Soonyoung ngajak Wonwoo pulang tapi minta mampir beli bungeoppang dulu. Di jalan, Wonwoo nyetir sambil dengerin celotehan Soonyoung yang terus cerita sambil gigitin kue ikan yang masih anget itu. Sesekali juga disuapin ke Wonwoo yang juga suka nyuri kesempatan genggam tangan Soonyoung atau ga ngelus pahanya. Wonwoo is so addicted to touching his beloved boyfriend. 

Wonwoo bawain tas barak gede punya Soonyoung sampai ke apartemennya. Cowok mirip hamster tapi suka ngaku macan itu minta dia buat nginep tadi. Dan itu juga emang udah niat Wonwoo sih tanpa disuruh. 

"Kamu mandi dulu gih. Mau aku siapin bajunya, nggak?" 

"Boleh. Tolong ya, sayang." 

Soonyoung menikmati sesi diguyur air hangat sementara Wonwoo nungguin sambil milih tontonan di TV. Sisa kue ikan tadi juga udah dicemilin sampai abis. Kalau ada latte di sini pasti udah ikut ndusel sama Wonwoo di pojokan sofa. 

Aroma manis stroberi menyeruak ketika terdengar pintu kamar Soonyoung terbuka. Wonwoo menoleh dan tersenyum mendapati pacarnya tampak segar memakai kaos oblong bergambar harimau dengan celana selutut yang memang dia pilihkan. Cowok tinggi itu merentangkan tangan lebar-lebar menyambut Soonyoung yang juga senyum girang berjalan menujunya. 

Tubuh mereka menempel tanpa jarak, Soonyoung duduk di pangkuan dan memeluk erat tubuh Wonwoo. Punggungnya dielus sayang sambil pundaknya dikecupi Wonwoo yang juga suka menghirup aroma sabun di lehernya. Bikin Soonyoung merinding geli dan suka. 

"Wangi banget sayangku. Kayak bayi abis mandi." 

"Bayinya kamu." 

Bibir mereka pun bertemu setelah sekian lama terpisah. Lumatan yang dibagi begitu lembut dan syahdu diiringi gelak tawa dari TV yang seakan ikut merayakan reuni mereka setelah berpisah beberapa minggu. Wonwoo mencengkram pinggang Soonyoung memperdalam ciumannya, menghisap belah bibir yang selalu jadi candu baginya. 

Nafas terengah dan kening saling bertaut disertai senyuman senang mengakhiri temu kangen itu. Soonyoung nemplok lagi meluk badan besar Wonwoo yang dibalut kaos lengan panjang dan straight pants favoritnya. Mereka kembali berbagi kehangatan lewat pelukan, mendengarkan detak jarum jam membiarkan waktu berlalu dalam keheningan yang tenang. 

"Kangen banget sama kamu, Won. Nggak ada yang ciumin pipi aku kalau di barak." Pipi Soonyoung nempel erat di dada kiri Wonwoo. Tangannya menggambar acak di dada sebelah pacarnya. 

"Kalau ada yang berani aku siap gelud, nyong. Ga boleh ada yang cium pipi kamu selain aku." 

Wonwoo cium pipi kenyal Soonyoung, dicium dalam sampai hidung dan bibirnya tenggelam dan pipi Soonyoung jadi kepenyet. Yang dicium malah tertawa kesenengan pipinya diciumin berulang kali sampai berbunyi. Kayak lagi nyiumin pipi bocah. Tubuh kekarnya didekap erat sambil bokongnya juga ditepukin gemas. Wonwoo beneran kayak lagi nimang bayi. 

Kecupan Wonwoo turun dari pipi menjelajah hingga rahang lalu sepanjang leher Soonyoung yang masih harum bau sabun. Wonwoo menghirup dalam-dalam aroma tubuh pacarnya. Bibir yang tadi hanya mengecup lalu berganti melumat disertai lidah yang ikut andil. Lenguhan Soonyoung terdengar merdu di telinga Wonwoo ketika ia menghisap hingga meninggalkan bekas merah di leher pacarnya. 

"Nnghhhh woohhnnhh… ." Soonyoung meremas kaos Wonwoo ketika bibir cowoknya itu ngasih tanda di tempat berbeda. Wonwoo senyum puas terus jilat bekas tato buatannya yang tampak merona. 

Mata Soonyoung tampak sayu ketika Wonwoo memandangnya dengan tersenyum. Dikecupnya lagi bibir tebal yang agak bengkak itu.

"Kangen kamu banget, sayang." Wonwoo berkata pelan dengan deep voicenya di atas bibir pacarnya. Soonyoung yang merinding mengejar bibir sang kekasih dengan lapar. Tubuhnya menegak dan tangan mencengkram dua pundak lebar itu. 

"Lanjutin, sayang. Aku juga mau." 

Dan ciuman mereka langsung naik level menjadi panas, basah dan ganas. Bibir bergantian saling melumat dan menghisap. Lidah bertarung berebut dominasi menimbulkan suara basah yang eortis. Pantat Soonyoung menggeliat di atas pangkuan Wonwoo, membangunkan dua batang yang hampir sama besar itu dari tidurnya. 

"Mmmhhhhh… ." Soonyoung menghisap lidah Wonwoo di dalam mulutnya. 

Tangan besar Wonwoo sudah sibuk menggerayangi badan Soonyoung dari balik kaosnya. Dengan bibir yang masih terus bertaut tangan itupun masuk ke dalam celana Soonyoung untuk meremas gundukan kenyalnya. Soonyoung sedikit berjingkat merasakan tangan dingin Wonwoo menyentuh belahan hingga kerutan lubangnya. 

Gundukan mereka terus bertemu saling menggesek di bawah sana menambah suhu tubuh makin meningkat. Ciuman Wonwoo sudah meninggalkan bibir Soonyoung lanjut turun menjilati basah leher kekasihnya. Wonwoo menggigiti dada Soonyoung dari luar kaosnya sambil tangannya terus mengulen di bawah sana. 

"Aaackk wonuuhhhhh…." Soonyoung melengking menjambak rambut keriting Wonwoo dengan punggung membusur ke depan gara-gara putingnya digigit dari luar kaos. 

Kaos berwarna putih itu tampak basah di bagian dada Soonyoung karena Wonwoo terus menghisap putingnya. Soonyoung mengangkat bokongnya sedikit ketika Wonwoo makin menurunkan karet celananya dan ditarik hingga tubuh bawahnya jadi telanjang. Tampak kontol tegang Soonyoung mencuat di depan perutnya. 

Soonyoung yang tak mau kalah juga melepas pinggang celana Wonwoo untuk merogoh miliknya hingga sama-sama mengacung di antara perut mereka. Tampak kedua ujungnya sudah mengkilap berkat precum yang banjir sejak ciuman awal tadi. 

Dua tangan Soonyoung meremas dua batang itu bersamaan dan diurut naik turun. Wonwoo tersenyum senang melihat Soonyoung meludah di atas batang mereka untuk dijadikan pelumas mengurut keduanya. Suara desisan Soonyoung yang terengah putus asa terdengar merdu bagi Wonwoo. 

Dia bawa dua jarinya ke depan mulut Soonyoung biar dikulum. Lidah Soonyoung yang bermain dengan dua jarinya menambah libido Wonwoo makin naik dan batangnya makin membengkak di dalam genggaman Soonyoung. Wonwoo membawa dua jarinya yang basah, ditambah ludahnya sendiri, ke belahan pantat Soonyoung. 

Air ludah tidak cukup dijadikan pelumas, kasihan Soonyoung bisa kesakitan. Dia cuma pakai untuk menggosok dan menggoda mulut lubang Soonyoung yang tak berhenti berkedut sedari tadi. Soonyoung yang tak pernah mau kalah menaikkan sebelah baju Wonwoo untuk sebelah tangannya bermain dengan puting pacarnya yang juga tegang. 

Sama-sama mendapat stimulasi enak membuat keduanya makin berada di puncak. Dua batang kontol yang juga terus saling bersentuhan itu makin membengkak dan siap untuk meledak. Masing-masing tangan kiri keduanya mengocok dalam tempo dan kekuatan yang sama. 

"Ahhh ahhh Wonwoohhh ahh dikithhh lagihhh…."

Melihat tangan Soonyoung yang melemah dia ambil alih untuk mengurut dua batang mereka sambil diremas kuat. Wonwoo ludahi lagi batang mereka semakin menambah licin perjalanan tangannya hingga mengantar keduanya pada pelepasan pertama malam itu. 

Soonyoung ambruk di atas dada Wonwoo. Napasnya terengah seirama dengan semburan peju dari ujung kontolnya. Wonwoo juga sama rembes beberapa kali walau tak sebanjir punya Soonyoung. Wonwoo kecup lagi pipi yang tersaji di depan wajahnya menikmati tinggi di atas sofa apartemen kekasihnya. 

"Ke kamar, yuk." ajak Soonyoung dengan lemas dan bergelayut di leher kekasihnya. Wonwoo memberi satu kecupan lalu mengangkat tubuh kekasihnya menuju kamar. Membiarkan celananya dan milik Soonyoung meringkuk di karpet ruang keluarga begitu saja. 

Di atas kasur Soonyoung melepaskan sendiri kaos gambar maungnya sambil memperhatikan Wonwoo yang mengambil peralatan tempur dari nakas rias miliknya. Walau tubuhnya sendiri sudah dibalut otot yang kencang, Soonyoung tetap selalu kagum melihat badan Wonwoo yang lebih besar darinya itu. Bisep yang makin besar, otot perut yang kembali timbul membuat Soonyoung menelan ludahnya sendiri menyaksikan sang pacar juga menelanjangi dirinya. 

Tubuh besar itu mengungkung badan Soonyoung di atas kasur dan kembali saling menghisap bibir tanpa lelah dan bosan. Soonyoung tak keberatan kalau besok harus pulang ke rumah orang tuanya dengan bibir bengkak dan pantat perih. Kerinduannya pada sang kekasih lebih penting sekarang. 

Wonwoo menggeliatkan pinggulnya, menggesekkan kembali kemaluan mereka sambil bibir menggerayang basah ke tubuh sang kekasih yang makin padat berotot. 

"Badan kamu makin bagus, sayang. Aku suka." 

Wonwoo menjilat memutar puting kanan Soonyoung setelah meninggalkan beberapa bekas cupang di dadanya. Cowoknya itu terus ngelengkungin badan sambil jambakin rambut gondrongnya jadi makin berantakan. Wonwoo sedot puting Soonyoung, nyusu enak sambil ngelusin paha putihnya. 

Pas Wonwoo ganti nyusu di kiri tangannya juga sambil nakal godain kontol Soonyoung dibikin bangun lagi. Punyanya sendiri sudah bangun tegang berkat sisa pelepasan yang belum tuntas tadi. Habis basah dada hingga atas pusar Soonyoung dijilat dan dilumat sama pacar PNSnya itu. 

"Pegangin kakinya, sayang." 

Kaki Soonyoung dibikin ngangkang lebar, disuruh pegangin sendiri. Wonwoo taruh bantal di bawah pinggul Soonyoung biar cowoknya ga terlalu capek. Wonwoo kecup ujung kontol Soonyoung bikin cowok itu teriak sampai ngangkat sendiri bokongnya. Bibir Wonwoo terus turun ngasih kecupan ke seluruh batang, bola kembar hingga sampai ke depan lubang surganya. 

Lubang itu sudah tampak merah dan sedikit longgar. Pasti sisa Soonyoung bebersih saat mandi tadi. Lagi-lagi Wonwoo senyum senang lihat pacarnya selalu prepare segalanya sebelum permainan liar mereka dimulai. Wonwoo tanpa ragu menjilat lubang berkerut itu. 

"Aaahhhhh sayannngghhhhh… ."

Soonyoung merintih sementar lubangnya berkedut kuat. Lidah itu menjilat lagi dari bawah sampai pangkal kontolnya. Rintihan disela pujian kembali dilantunkan Soonyoung yang pasrah dijamah pacarnya. Rambut keritingnya dijambak lagi dan kepala Wonwoo dijepit di antara dua paha sekal itu. 

Wonwoo bukannya berhenti malah muter lidahnya lalu nusuk-nusuk lubang itu semakin menggoda. Terakhir dia kerucutin mulut sambil nyedot lalu dilumat beberapa kali tepat di depan lubangnya. 

Soonyoung sudah makin kehilangan akal. Dingin gel yang licin dan becek gantiin lidah panas Wonwoo. Dua jarinya menusuk perlahan sampai masuk seluruh kukunya. Soonyoung meremas pahanya yang dipegang sendiri. Antusias dan rasa rindu lubangnya dirojok lagi oleh pacarnya, membuat Soonyoung makin tak sabar. 

Di pangkalan dinasnya, Soonyoung suka denger adegan-adegan serupa di kamar mandi atau semak gelap. Bikin dia jadi mendadak kangen sama pacarnya yang ada di rumah. Mau VCS pun ia tak punya akses bebas selain di jam yang sudah ditentukan. Soonyoung jadi suka ngenakin diri di kamar mandi sambil bayangin dienakin Wonwoo. 

Dua jari Wonwoo udah sukses tenggelam di dalam analnya. Soonyoung menghela napas lega namun tak lama kembali tercekat ketika dua jari itu menari bebas di dalamnya. Memutar dan menusuk dalam sembari menggaruk dindingnya. Lalu dengan sengaja menggoda tepat di sudut keramat yang bikin precumnya mengalir makin banjir. 

"Aaaackk nooohhh… ."

Soonyoung menangis ketika tiga buah jari Wonwoo melebarkan mulut analnya. Sambil ditusuk, kontolnya juga dielus sama Wonwoo yang sangat suka lihat pacarnya tak berdaya di bawah kuasanya. Soonyoung meluk dua kakinya makin erat pas jari Wonwoo mulai keluar masuk dan muter bikin makin gila. Belum lagi batangnya juga diremes sambil dikocok pelan. 

"Udah woohhnn udaahhhh… ."

Wonwoo nurut. Jarinya dikeluarin terus dia nunduk buat ciuman lagi sama Soonyoung. 

"Maaf ya sayang, kalau sakit." 

"Nooo ga sakit. Malah enak banget. Tapi aku mau keluar pas kamu masukin kontol." Kaki dan tangan Soonyoung ngerangkul badan pacarnya makin lengket sama dirinya. Gelayut manja tapi pengen dikawin sampai lemes. 

"Roger that, sir." 

Belitan badan Soonyoung dilepas bentar buat Wonwoo bangkit basahin batangnya pakai pelumas. Mereka cek rutin, minum vitamin juga vaksin agar selalu bersih dan sehat sejak aktif melakukan sex berdua. Jadi ga takut walaupun lebih sering melakukan raw sex daripada pakai kondom. Keduanya juga lebih suka polosan sih. 

Lubang Soonyoung juga sudah basah kembali sama pelumas. Wonwoo masukin pelan batangnya yang udah tegang sempurna dan keras. Ujungnya masuk perlahan, berhenti sebentar sambil ambil napas. Soonyoung yang udah ga sabar itu ga sadar malah ketatin lubangnya tiap Wonwoo masukin lebih dalam. 

"Jangan diketatin, sayang. Ahhh nanti kamu sakit ahhhh… ." 

Wonwoo sih seneng dikasih lubang ketat gitu, kontolnya makin kerasa enak dijepit kuat. Tapi dia juga masih mikirin kalau Soonyoungnya nanti jadi ngerasain sakit dan perih berkepanjangan. Wonwoo kecupin lagi muka pacarnya yang keringetan biar rileks dan ga tegang lagi. 

Muka saling berhadapan, Wonwoo mulai goyangin pinggulnya pelan. Tiap inci rektum Soonyoung yang kasar bergerindil dia rasain ngebelai pucuk kontolnya di dalam sana. Akhirnya tubuh mereka kembali menyatu tanpa jarak setelah menahan kerinduan yang menumpuk tebal. Panas tubuh yang menyatu melelehkan dinding kosong mengisinya dengan hasrat dan libido yang semakin tinggi. 

Kepala Wonwoo menempel di dada Soonyoung, mendengarkan detak jantungnya yang makin cepat seiring pinggulnya bergerak makin liar. Bunyi becek dan tepukan kulitpun menggema di ruang kamar itu. Nafas terengah mendesah saling menyapa indera pendengar dua pemuda yang tengah bercinta menautkan inti terdalam tubuh mereka. 

"Ahhh ahhh ahhh Soonyounghhh ahhh ahhh… ." 

"Hahhh hahhh cepetin sayang ahhhh ahhh lagiihhh situuhh iyahhh… ."

Soonyoung kembali mencengkram badan kekasihnya, kaki tangan mengunci erat Wonwoo tak ingin melepasnya. Sodokan Wonwoo lebih cepat dari detak jarum jam di dinding. Keringat mengucur menyatu, kasur memantul dihentak dua pria dewasa yang mengejar surga dunia. 

Kontol Soonyoung kejepit ditepukin perut Wonwoo dengan perutnya. Bikin pelepasannya makin di ujung karena memang sudah memuncak sejak dirojokin jari Wonwoo tadi. Apalagi tusukan Wonwoo yang dalam benar-benar nikmat dan tepat. 

Sedikit lagi Soonyoung sampai, Wonwoo malah mendadak memelankan temponya. Soonyoung cuma bisa protes lewat jambakan pada rambut Wonwoo dan air mata yang mengalir makin deras. Tangisan Soonyoung terlihat pas Wonwoo bangkit buat ganti posisi. Wonwoo bukan tidak tahu pas ngerasain kedutan lubang Soonyoung makin intens. Dia sedikit sengaja ngasih edging biar pacarnya bisa dapat klimaks yang lebih spektakuler. 

Wonwoo tarik menyilang dua tangan Soonyoung sebagai pegangan. Pinggulnya nusuk dalem tanpa aba-aba mentok nembus perut Soonyoung. Bikin Soonyoung teriak lagi sampai lengkungin punggungnya. Wonwoo nusuk tepat di titik keramat lagi. Dihajar bertubi-tubi dalam kecepatan super sampai kasurnya nabrakin tembok. 

Soonyoung nangis sejadinya saking enaknya tumbukan Wonwoo. Dua tangannya digenggam satu tangan Wonwoo karena yang satunya dipakai buat ngocokin Soonyoung. Niat Wonwoo pengen keluar barengan, tapi ternyata Soonyoung udah ga sanggup nahan pelepasannya yang langsung muncrat ngenain dagunya sendiri. 

Wonwoo makin semangat genjot, lepasin tangan Soonyoung dibiarin terkulai lemas. Sambil remes kontol Soonyoung sambil pinggulnya terus maju-maju makin cepat dan tanpa lelah. Hingga semburan hangat dirasain Soonyoung menuhin lubangnya juga basahin perutnya sendiri. Soonyoung kencing barengan dengan Wonwoo klimaks di dalamnya. 

Wonwoo nikmatin kedutan rektum Soonyoung yang intens dalam genjotan pelan. Badan basah, penuh bercak merah dan lemas di bawahnya jadi pemandangan indah buat Wonwoo. Kedua kaki yang ngangkang itu juga jatuh terkulai kehilangan dayanya. Soonyoung mencapai tinggi yang tiada duanya. 

Wonwoo cabut pelan kontolnya, bikin cairan putih langsung meleleh dari lubang yang merah dan menganga itu. Kedutnya membuat makin banyak peju ngucur basahin bantal yang tadi dipake ganjelan. Wonwoo ambil dan buang bantal yang udah basah dan lepek itu ke lantai. 

Dia lanjut kecupin badan basah Soonyoung penuh kasih sayang. Lembut saja seperti sentuhan bulu yang menari diterpa angin. Soonyoung yang sudah kembali dari tinggi itu menikmati afeksi dari sang kekasih dengan balas mengelus punggung lebar itu. 

Kembali bibir mereka bertemu, rasanya seberapa banyak pun mereka ciuman tetap tak pernah cukup. Baik Soonyoung maupun Wonwoo akan tetap kembali akibat candu yang telah merasuk dalam jiwa akan kenikmatan cumbuan intim mereka. 

"Thanks Wonwoo. That was amazing." 

"Everything for you, baby." Wonwoo kecup kening Soonyoung agak lama. Lalu kedua pipinya dengan ditekan dan dihirup dalam. Wonwoo sangat suka pipi kenyal itu. 

"Tapi aku masih kurang, Won. Mau naikin kamu. Boleh, ya?" 

"I'm all yours, baby. Go on." 

Dari posisinya, Wonwoo didorong sampai terduduk dan Soonyoung langsung naik kembali ke pangkuannya. Bibir merah yang bengkak itu melumati wajah Wonwoo tanpa celah. Menggigit gemas rahang tegasnya, menjilati leher panjangnya lalu mengemut bulatan jakunnya. Wonwoo cuma mendongak memberikan akses penuh kepada sang kekasih untuk melukis bebas di sana. 

Soonyoung masih cukup sadar untuk tidak memberikan masalah kepada pacarnya. Tahu kalau besok Senin Wonwoo masih harus ngantor lagi. Jadi dia tak sampai hati membuat tanda di tempat yang sekiranya bisa terlihat orang lain. 

"Kamu kalau di kantor populer ga, Won? Ganteng gini pasti banyak yang godain." Soonyoung menatap lekat wajah pacarnya sambil mengelus rahang tegas itu. 

"Digodain juga ga ngaruh, sayang. Aku maunya cuma kamu." 

"Beneran? Ga pengen sama yang cantik?" 

"You're the prettiest, sayang. Apalagi kalau lagi keenakan aku kontolin." 

"Dasar mesum." 

Soonyoung dorong badan Wonwoo sampai telentang. Cowok itu malah senyum terus pakai satu tangannya buat bantal. Nyaksiin muka pacarnya yang senyum centil sambil bokongnya geliat di atas perut Wonwoo. Belah bokongnya nyundul ujung palkon Wonwoo sementara kontol Soonyoung sendiri nusukin pusarnya. 

Soonyoung gigit bibirnya sambil desah kecil gosokin kontol Wonwoo di bawah pantatnya. Kontol itu terasa kembali menegang akibat gesekan pantat sekal yang sudah dibasahi pakai pelumas. Dua tangan Soonyoung numpu di atas perut Wonwoo sambil bokongnya terus kerja. 

"Ahh enak ga Won? Ahhh cantik ga aku? Ahhh… ." 

Lubang Soonyoung makin gatel karena gesekan terus sama batang Wonwoo yang udah ngembang lagi. 

"Cantik sayang. Kamu paling cantik. Soonyoung paling hebat. Coba masukin sendiri, pinter kan?" 

Soonyoung mengangguk terus pegang kontol Wonwoo buat diarahin sendiri ke lubangnya. Soonyoung jongkok di atas perut Wonwoo, lalu bokongnya naik turun nusukin lubang ke batangnya Wonwoo. Soonyoung gantian godain pacarnya. Sambil ngetat Soonyoung masuk sampai kepalanya lalu dikeluarin lagi. Diulang lagi hanya sampai setengah dan begitu lagi. 

Godaan itu berhenti setelah Wonwoo hentakin langsung kontolnya sampai mentok. Bokong Soonyoung ditampar berhadiah kedutan makin kuat. Bibirnya menyeringai lihat Soonyoung yang langsung merem dan teriak karena tusukannya tepat sasaran. "Nakal ya, kamu. Sekarang gerak sendiri. Aku ga mau bantuin." 

Soonyoung jadi dendam. Mengingat kacaunya dia tadi, Soonyoung juga jadi pengen bikin Wonwoo berantakan. Soonyoung kangen dikencingin pacarnya juga. Pakai lutut awalnya Soonyoung naik turun santai saja. Lalu maju mundur ngulen kontol Wonwoo di dalam lubangnya. 

Dua tangannya yang nganggur rabain sendiri perut serta gantian nyubitin puting satu per satu. 

"Ahhh kontol gedehh cuma buatkuhhh… ." 

Soonyoung remas dan tekan dua buah dadanya sendiri dihimpitin sampai ngebentuk belahan seksi. Pinggulnya masih maju mundur sensual sambil remesin kuat. Ngelakuin itu semua sambil Soonyoung lihat pantulan dirinya sendiri di cermin nakas. Bikin lubangnya ngetat lagi. Wonwoo cuma bisa mengumpat pelan lihat pacarnya sebinal itu. Kontolnya beneran dikerjain sampai merinding. 

Soonyoung naik turun nepukin bokong ke perut Wonwoo sambil terus remesin teteknya sendiri. Wonwoo yang tadinya cuma diam jadi ikutan ga sabar dan cuma bisa remesin paha pacarnya. Tapi Soonyoung ga biarin Wonwoo bertingkah. Kedua tangannya langsung digenggam masing-masing dipakai buat tumpuan Soonyoung genjot makin tinggi dan cepet. 

"Aarrghh Soonyoung gilahhh…. AhAhhhh…. " 

Wonwoo cuma bisa merem keenakan sambil lirikin pacarnya yang kerja keras sampai kepalanya ngedongak dan otot perutnya mengencang akibat masifnya gerakan genjotnya. Kulit mereka bertepuk dan tubuh mantul di atas kasur yang empuk. Kontol Soonyoung dibiarkan gondal gandul nepukin perut Wonwoo karena pemiliknya lagi asik di atas sana. 

Rehat bentar, Soonyoung pelanin lagi mode goyangannya jadi maju mundur sambil ngeraup oksigen rakus. Wonwoo sendiri juga terengah dan badan basah keringat nerima badan Soonyoung yang ambruk di dadanya. Tapi pinggul cowoknya ga mau diem tetep ngulen kontolnya makin ketat karena kontol Wonwoo sendiri udah bengkak maksimal di dalam sana. 

Setelah nafas lebih normal Soonyoung nyasar bibir Wonwoo buat ciuman lagi. Mulut mereka begitu ketemu langsung ketemu ritme dan manuver yang seirama saling menggeliat becek. Wonwoo mengerang pas Soonyoung puter bokongnya sambil lubangnya diketatin ngeremes kontol Wonwoo. 

"Fuck Soonyoung Fuck!" 

"Yes darling, you fuck me good. Mmhhh… ." 

Soonyoung ngulen lagi maju mundur. Tapi sambil dua telunjuknya main sama puting Wonwoo barengan. Soonyoung goyang sambil gesekin kontolnya ke perut Wonwoo. Lidahnya yang nunduk jilatin keringat di dada Wonwoo bikin cowok dibawahnya makin blingsatan. 

Bokongnya yang jadi sasaran pelampiasan sama Wonwoo. Diremesin sambil didorong maju mundur makin cepet rojokin lubangnya. Soonyoung sambil desah sambil masih nambahin tato merah di dada Wonwoo. Jarinya juga cubitin puting Wonwoo dipelintir dan dielus dadanya. 

Wonwoo beneran makin tak sabar karena pinggulnya mulai ikut gerak lawanan arah sama bokong Soonyoung. Lagi-lagi badan mereka mantul di atas kasur saking keras dan cepatnya gerakan pinggul mereka. Soonyoung sendiri kontolnya juga udah sakit dan gatal pengen buncat. 

Soonyoung udah pasrahin genjotan ke Wonwoo. Bokongnya cuma berusaha dimaju mundurin ngimbangin kecepatan dan arah sodokan Wonwoo. Dia jambak rambut kekasihnya sambil mukanya dikecupin dan ngasih pujian. Wonwoo makin semangat ngerojok hingga tubuh keduanya kejang klimaks barengan. 

Peju Soonyoung lengket di antara perut mereka yang nempel. Sementara punya Wonwoo menuhin lagi lubang yang belum kering sisa yang tadi. Dada naik turun sesak kekurangan oksigen. Tubuh lepek basha kena peluh yang banjir. 

Soonyoung baru mau ngajak ciuman pacarnya setelah tingginya agak reda. Tapi tiba-tiba Wonwoo bangun dari rebahannya dan bawa Soonyoung di atas pangkuannya. Wonwoo ngerojok lagi lebih cepet dan kenceng. Emang kerasa kontol pacarnya itu masih cukup keras di dalam lubangnya. 

"Ahhh Wonuuuhhh udahhh ahhh ahhhh… ." 

Badan Soonyoung melengkung ke belakang disangga pakai tangannya. Pinggulnya diangkat dikit ngasih ruang Wonwoo ngerojok lebih leluasa. Rektumnya ditumbuk lagi dan lagi makin keras dan kencang. Sisa orgasme yang belum sepenuhnya turun jadi naik lagi bahkan makin bikin kontolnya geli. 

"Ahh Soonyoungghhhh ahhh soon ahhh sayang ahh ahhh…." 

Cairan panas dan deras menyembur di seisi lubang Soonyoung yang kembali berkedut hebat dengan peju yang muncrat cukup tinggi. Disusul cairan lebih encer dan bening lagi setelahnya. Wonwoo dan Soonyoung kencing barengan di pelepasan yang bikin badan mereka kejang tak terkontrol. 

Keduanya ambruk di arah berlawanan dengan kontol masih nyangkut di lubangnya. Kedua adam itu ngatur nafas, nikmatin dopamin yang berlimpah, meninggalkan hiruk pikuk Seoul di sore hari di luar sana. Sex obat rindu sore itu telah mengirim sepasang kekasih itu sampai pada nirwana ketujuh yang rasanya enggan untuk pergi dari sana. 

Wonwoo sama Soonyoung malah ketawa geli ngelihat ngeliat keadaan kasur yang menyedihkan. Cairan kental campur pesing yang banjir membasahi kedua bokong mereka. Tapi keduanya tak terusik dan malah asik ciuman lagi setelah sex hebat yang menguras tenaga. 

"Thank you, sayang. Makasih banget Soonyoung. Tadi enak banget." 

"Aku juga makasih, Wonwoo. Aku juga seneng dan puas banget. Kamu selalu hebat." 

"Kamu juga hebat, sayang. I love you more and more." 

"Me too. Love you so much much much." 

Setelah puas ciuman habis sex, mereka mutusin buat mandi bareng. Ga ada kegiatan lanjutan karena udah sama-sama kerasa pegelnya. Soonyoung enggan keluar duluan, masih pengen berendam sambil nenangin lubangnya yang habis kerja keras. 

Wonwoo sehabis pakaian buru-buru beresin selimut, bed cover sampai sprei paling bawah yang total basah semuanya. Untung kasur Soonyoung anti air, Wonwoo cukup ngelap bekas mereka pakai sabun anti bakteri dan pewangi sebelum kemudian di hair dryer sampai kering. 

Soonyoung keluar dari kamar mandi pas Wonwoo juga selesai masang kembali sprei sampai selimutnya. Mereka cuma saling ketawa dan geleng-geleng lihat cucian sprei segunung di pojokan kamar. Wonwoo sempet mikir mau dibawa ke laundry atau dibuang sekalian. Tapi kasihan juga kalau ada yang mau mungut dan masih bau bekas mereka main tadi. Biar besok Wonwoo mampir ke laundry koin saja. 

"Ih, udah wangi lagi sayang aku. Sini aku cium lagi." 

Kembali pipi gembil Soonyoung jadi sasaran Wonwoo biat dicium sambil dihirup gantian sampai kempes kiri kanan. Tubuh saling rangkul erat dan kembali bibir bertaut menyalurkan rasa sayang yang tak pernah habis. 

Ciuman mereka terpisah ketika mendengar suara cewek teriakin nama mereka gantian. Wonwoo sama Soonyoung kaget ketika nemuin kakak Soonyoung udah berdiri di ruang tamu. Dan latte lari-lari sebelum kemudian nubruk kaki abangnya. 

"Latte sayang, abang kangen. Ucucucu adek cantiknya abang." Soonyoung malah langsung fokus gendong anjing kesayangannya sambil diciumin. 

Nggak lihat wajah kesal dan malu kakaknya yang sambil nunjuk ke arah karpet. 

"Kerjaan siapa ninggalin celana di sini gini? Mainnya bisa biasa aja ga sih?" 

"Eh, iya kak maaf banget. Sorry." Wonwoo buru-buru mungutin celana mereka yang emang tadi lepas di ruang tamu (kalian tahulah kenapa). Mukanya merah karena malu harus kepergok kakak Soonyoung yang mukanya beneran 11 12 sama pacarnya. 

"Tadinya gue nganterin latte sekalian mau berangkat bareng buat pulang. Tapi kayaknya mending gue balik sendiri deh." 

"Ya udah balik sono. Ga ada yang nyuruh lo kesini. Ayo latte main sama abang yuk. Abang kangen." habis ngomelin kakaknya, Soonyoung malah langsung balik masuk kamar sambil gendong latte erat. Ninggalin Wonwoo yang berdiri kikuk di belakang sofa dilihatin Soonyoung versi cewek itu. 

"Padahal gue lagi males nyetir, adek gue malah udah lo bikin ga bisa duduk tenang." ucap kakak Soonyoung yang sewot sembari duduk di sofa. Wonwoo berdoa semoga ga ada yang nempel bekas mereka tadi di sana. 

"Biar nanti gue anterin aja, kak. Sekalian gue juga udah lama ga ketemu papa mama."

"Bagus. Gitu dong tanggung jawab." 

Wonwoo di belakangnya cuma bisa garuk-garuk kepala yang mendadak gatel. Ngadepin satu Soonyoung aja kadang bikin kewalahan. Ini lagi ada dua. 

"Wonwoo kamu ngapain sama si lampir sini aja main sama aku sama latte." Teriak Soonyoung dari dalam kamar. 

"BAWEL LO SIPIT!" 

"ELO LEBIH SIPIT!" 

Wonwoo lagi-lagi cuma bisa hela napas sambil senyum kikuk. Ini bakal jadi malam panjang buat Wonwoo ngadepin dua Kwon kakak beradik itu.

 

Notes:

Yang kemarin pulang cuti langsung ketemu ayank, nih aku jg bikinin hehehe

Series this work belongs to: